Pengikut

Selasa, 16 September 2014

"SCREAMING MUMMY"


Mumi Raja Mesir, Ramses III menguak persekongkolan sadis
di masa lalu. Berdasarkan uji forensik, Sang Firaun diduga
kuat tewas dibunuh.
Kesimpulan diungkap para ahli berdasarkan hasil CT scan
atau pemindaian sinar-X yang mengungkap luka sayatan di
lehernya. Cukup dalam hingga berakibat fatal.
Rahasia itu tersimpan selama berabad-abad oleh perban
yang menutup tenggorokan mumi. Para ahli dan arkeolog tak
berani melepasnya karena khawatir bakal merusak fisik
mumi.
Temuan baru-baru ini diharapkan mengakhiri debat sengit
para ahli sejarah tentang penyebab kematian Ramses III.
Dokumen kuno, termasuk Papirus Yudisial Turin menyebut,
pada tahun 1155 Sebelum Masehi, beberapa selir berusaha
membunuh Sang Firaun sebagai bagian dari upaya kudeta di
Istana.
Namun, tak jelas apakah pembunuhan itu berhasil. Sejumlah
ahli mengatakan, upaya itu berhasil. Lainnya mengatakan
Firaun kedua dari dinasi ke-20 selamat dari penyerangan itu,
meski hanya dalam waktu singkat.
Diselubungi Misteri
Papirus Yudisial menyebut tentang empat persidangan
terpisah. Juga menyebut hukuman yang dijatuhkan pada
mereka yang terlibat kudeta, termasuk istri raja bernama
Tiye, dan putranya, Pangeran Pentawere -- yang sebenarnya
digadang-gadang menjadi putra mahkota.
Pentawere dinyatakan terbukti bersalah dalam persidangan,
ia akhirnya dilaporkan bunuh diri.
Untuk mengkajinya lebih dalam, Dr Albert Zink dari Institute
for Mummies and the Iceman di Italia bersama timnya
mengidentifikasi mumi Ramse
s III dan mumi yang diyakini
sebagai Pentawere.
Bekerja di Museum Mesir di Kairo, tempat kedua mumi itu
disimpan, tim melakukan sejumlah uji pemindaian dan DNA.
Pada leher Ramses III ditemukan luka sayatan sedalam 7 cm
di tenggorokan, yang menurut medis, disebabkan oleh benda
tajam dan dapat menyebabkan kematian seketika.
"Orang-orang telah melakukan pemeriksaan sebelumnya
tidak memiliki akses atas pemindaian CT seperti kami," kata
Dr Albert Zink seperti dimuat BBC , Selasa (18/12/2012).
"Mumi Menjerit"
Tes DNA menunjukkan bahwa jenazah yang tidak
teridentifikasi itu adalah milik pemuda berusia 18 tahun dan
memiliki hubungan darah dengan Ramses III. Semua petunjuk
mengarah pada Pangeran Pentawere.
"Analisis genetik kami menunjukkan bahwa keduanya
memiliki hubungan darah dekat. Mereka memiliki kromosom
Y yang sama dan 50% materi genetik serupa, yang biasa
ditemukan pada hubungan ayah dan anak," kata Zink.
Saat memeriksa jenazah mumi yang masih muda , tim
menemukan lipatan kulit tertekan dan kerutan di sekitar
lehernya serta dadanya yang bengkak. Meski perubahan-
perubahan ini mungkin terjadi pasca mumifikasi, ada
kemungkinan ia dicekik hingga tewas
Apalagi, jenazah itu tidak dibalsem dengan cara biasa dan
dibungkus dengan kulit kambing yang "tidak murni secara
ritual". Itu merupakan hukuman masa kuno, dalam bentuk
prosedur pemakaman yang tidak mengikuti cara-cara
kerajaan. "Ia diperlakukan dengan buruk sebagai mumi," kata
Dr Zink.
Mumi Sang Pengeran dalam kondisi mulut terbuka, seperti
sedang menjerit. Ia diduga meninggal dalam kondisi
kesakitan atau sakit luar biasa. Itu mengapa, muminya
terkenal sebagai " Screaming Mummy" . Mumi yang menjerit.
(Ein)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Unggulan

5 TIPS KESEHATAN ALA RASUL

Salam. Sepertinya setahu kita, Rasulullah hanya dua kali sakit. yaitu tatkala menerima wahyu pertama. ketika itu beliau mengalami ketakutan...